Ada banyak kejadian nyata di masyarakat itu ditemukan hal-hal yang tidak masuk diakal pikiran manusia. Misalkan ada anak-anak terpelajar baik dia di sekolah menegah atau pun di perguruan tinggi yang mana mereka akan masuk ke kelompok orang-orang intelektual. Siswa akan meningkat menjadi mahasiswa, yang mahasiswa akan menjadi pekerja professional bahkan akan menjadi leader atau pemimpin perusahaan bahkan negara.
Apa yang terjadi dijaman global sekarang ini terhadap generasi muda? Dimana perbuatan perilaku mereka diluar jam pelajaran sungguh mengagetkan, misalkan pergaulan bebas, perilaku bebas bersama kelompok bermotornya atau geng motor, perkelahian antar sekolah atau kelompok, perkelahian antar mahasiswa, perkelahian antar jurusan atau falkutas dalam satu perguruan tinggi, bahkan terjadinya pengrusakan fasilitas belajar mengajar di sekolahan itu sendiri, sering terjadi pula tindakan yang tidak menghargai atau menghormati guru atau staff yang ada dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang tidak semsthimya terjadi di masyarakat modern sekarang ini.
Kejadian tersebut di atas haruslah menjadikan perenungan bagi orang tua atau pemerintah yang seharusnya peduli akan kejadian tersebut.
Apa sebenarnya penyebab kejadian ini?
Sebagai bagian masyarakat penulis mereka-reka beberapa kemungkinan yang mempengaruhi perilaku kaum muda tersebut diantaranya :
1. Technologi Informasi yang begitu pesat perkembangannya, bahkan informasi apapun sudah dapat digenggaman tangan siapapun dan dimanapun melalui Handphone, Adroid, Ipad, Laptop, Warnet dan lain-lain.
2. Kurangnya perhatian atau kedekatan orang tua terhadap anak-anak mereka. Misalkan karena orang tua dua-duanya berkarier sehingga sibuk dengan pekerjaannya atau selalu dikantor, sedikit waktu dirumah maka hanya sedikit waktunya untuk berbicara dan berdiskusi dengan anak-anak merka sendiri. Atau orang tuanya sebagai single parent sehingga sibuk mencari nafkah untuk anak-anak, kurang juga waktu bermain, bercanda bahkan bertemu dengan anak-anak mereka.
3.Pendidikan yang tidak mengena ke murid, banyak cara pengajaran moral, mental, spiritual murid itu tidak dapat merubah tingkah laku siswa, bahkan mahasiswa.
Apakah ini ada kaitannya dengan keadaan pengajar / guru / dosen / ustadz / siapapun termasuk orang tua selaku pendidik?
Jawabnya : mungkin ya mungkin tidak.
Ini bahan perenungan kita :
Makalah:
Syaikh Ibn 'Atha'illah as-Sakandari,
dalam kitab AL-HIKAM,
Petuah-Petuah Agung Sang Guru
"Cahaya orang-orang bijak (ahli hikmah) mendahului perkataan mereka, di manapun cahaya itu terpancar di batin, sampailah apa yang mereka katakan."
Penjelasannya:
Bijaksana itu meliputi sikap, perilaku dan ucapan. Karenanya, cahaya seorang yang bijaksana telah terlihat sebelum ia mengucapkan sesuatu. Dan ketulusan yang mereka miliki menyebabkan pesan yang hendak disampaikan menjadi mudah dicerna oleh pendengarnya.
Salam Berkah Al Ihsan dalam banyumurni yang utama mandiri sejahtera.
Apa yang terjadi dijaman global sekarang ini terhadap generasi muda? Dimana perbuatan perilaku mereka diluar jam pelajaran sungguh mengagetkan, misalkan pergaulan bebas, perilaku bebas bersama kelompok bermotornya atau geng motor, perkelahian antar sekolah atau kelompok, perkelahian antar mahasiswa, perkelahian antar jurusan atau falkutas dalam satu perguruan tinggi, bahkan terjadinya pengrusakan fasilitas belajar mengajar di sekolahan itu sendiri, sering terjadi pula tindakan yang tidak menghargai atau menghormati guru atau staff yang ada dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang tidak semsthimya terjadi di masyarakat modern sekarang ini.
Kejadian tersebut di atas haruslah menjadikan perenungan bagi orang tua atau pemerintah yang seharusnya peduli akan kejadian tersebut.
Apa sebenarnya penyebab kejadian ini?
Sebagai bagian masyarakat penulis mereka-reka beberapa kemungkinan yang mempengaruhi perilaku kaum muda tersebut diantaranya :
1. Technologi Informasi yang begitu pesat perkembangannya, bahkan informasi apapun sudah dapat digenggaman tangan siapapun dan dimanapun melalui Handphone, Adroid, Ipad, Laptop, Warnet dan lain-lain.
2. Kurangnya perhatian atau kedekatan orang tua terhadap anak-anak mereka. Misalkan karena orang tua dua-duanya berkarier sehingga sibuk dengan pekerjaannya atau selalu dikantor, sedikit waktu dirumah maka hanya sedikit waktunya untuk berbicara dan berdiskusi dengan anak-anak merka sendiri. Atau orang tuanya sebagai single parent sehingga sibuk mencari nafkah untuk anak-anak, kurang juga waktu bermain, bercanda bahkan bertemu dengan anak-anak mereka.
3.Pendidikan yang tidak mengena ke murid, banyak cara pengajaran moral, mental, spiritual murid itu tidak dapat merubah tingkah laku siswa, bahkan mahasiswa.
Apakah ini ada kaitannya dengan keadaan pengajar / guru / dosen / ustadz / siapapun termasuk orang tua selaku pendidik?
Jawabnya : mungkin ya mungkin tidak.
Ini bahan perenungan kita :
Makalah:
Syaikh Ibn 'Atha'illah as-Sakandari,
dalam kitab AL-HIKAM,
Petuah-Petuah Agung Sang Guru
"Cahaya orang-orang bijak (ahli hikmah) mendahului perkataan mereka, di manapun cahaya itu terpancar di batin, sampailah apa yang mereka katakan."
Penjelasannya:
Bijaksana itu meliputi sikap, perilaku dan ucapan. Karenanya, cahaya seorang yang bijaksana telah terlihat sebelum ia mengucapkan sesuatu. Dan ketulusan yang mereka miliki menyebabkan pesan yang hendak disampaikan menjadi mudah dicerna oleh pendengarnya.
Salam Berkah Al Ihsan dalam banyumurni yang utama mandiri sejahtera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar