Alhamdulillah ini saya kutib dari nasehat Gus Mus dalam Fikih Keseharian-nya, yang menarik untuk saya sampaikan disini, sekalian mengambilnya untuk renungan di hari Asyuro ini. Semoga memantabkan bagi kita yang cinta Alloh dan Rosulullah serta parasolihin.
Tanya:
Pak Mus, Alhamdulillah, tahun ini, Insya Allah saya akan berangkat haji, menunaikan rukun ISlam kelima. Berkenaan dengan itu, selain minta doa restu, sudilah Pak Mus memberikan nasihat dan saran ala kadarnya. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.
(Abdul Lathif - Jepara)
Jawab:
Al-Hamdulillah saya ikut bersyukur dan mendoakan mudah-mudahan Anda dan segenap haji kita senantiasa mendapatkan taufik dan hidayah Allah, selamat sejak kepergian hingga sampai kembali ke tanah air, dikaruniai kesehatan lahir batin sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan diterima oleh Allah Swt.
- Hendaknya niat ditoto sebaik-baiknya dan seikhlas-ikhlasnya.
- Perlu saya ingatkan bahwa ibadah haji, tidak seperti salat, lebih mengandalkan 'laku'nya daripada bacaan-bacaanya. Ini saya ingatkan karena tidak jarang saya jumpai jamaah yang karena terlalu konsentrasi bacaan-bacaannya plus tetek-bengek lainnya, lalu lupa memperhatikan 'laku' ibadah yang satu ini justru paling penting sering terjadi, melempar jumrah dari kejauhan dan seenaknya (bahkan acap kali malah kena kepala orang!).
- Berdasarkan pengalaman, ini penting pengendalian diri mesti lebih diperketat. Maklum kumpul orang banyak yang bermacam-macam adatnya, ditambah faktor iklim dan sikon lainnya, kadang-kadang jadi tidak sabaran. Padahal Allah dalam kitab suci-Nya, sudah wanti-wanti kepada orang yang seperti Anda sekarang ini, agar dalam mengerjakan haji, tidak bertengkar (jidal), disamping tidak mengeluarkan kata-kata yang membangkitkan birahi (rafats), dan berbuat kefasikan (fusuk). Seperti dalam firman-Nya: "(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan bantah-bantahan di dalam mmengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah menegtahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang berakal." (QS 2, Al-Baqarah: 197)
- Jangan lewatkan kesempatan untuk berdoa di tempat-tempat mustajab seperti di Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah), di Arafah dan sebagainya.
... semoga bermanfaat, Salam Berkah Sobat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar